Belajar Leadership dari Nicke Widyawati  

by -308 views
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati

Jakarta, indomaritim.id – Nicke Widyawati, wanita kelahiran Tasikmalaya 25 Desember 1967 ini namanya menjadi sorotan karena satu-satunya perempuan yang masuk jajaran direksi Pertamina dan kini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) sejak 20 April 2018.

Nicke Widyawati menyelesaikan studi dari jurusan teknik industri Institut Teknologi Bandung dan menyelesaikan magisternya pada jurusan hukum bisnis di Universitas Padjajaran.

Dirut Pertamina ini semakin mencuat namanya ketika masuk di deretan wanita paling berpengaruh di dunia versi Fortune. Ia menempati peringkat 16 dari 50 wanita tangguh yang berkiprah di dunia bisnis.

Nicke memulai karirnya saat masih kuliah strata satu di Bank Duta cabang Bandung. Setelah itu ia sempat bekerja di PT Rekayasa Industri, kemudian di PT Mega Eltra, PT PLN, dan hingga saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Dari kariernya yang banyak memimpin di lingkungan BUMN, pada peringatan Hari Kartini 2021 ia membagikan pengalamannya selama menjadi pemimpin dalam acara “Tantangan dan Peluang Industri bagi Profesional Muda” yang digelar secara daring, Sabtu (24/4/2021).

Nicke menceritakan bahwa ada empat kunci dalam kesuksesan sebagai pemimpin meskipun dihadapkan situasi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Empat hal yang menjadi penting adalah passion at work, leadership at crisis, energy transition challenge, and women leadership,” paparnya.

 

Empat Poin Kesuksesan Memimpin

 Passion at work berarti mewujudkan kemandirian termasuk kemandirian finansial. Sejak masih duduk di bangku kuliah, ia memilih studi sembari bekerja, dan setelah lulus ia memilih bekerja di BUMN. Ia ingin membuktikan kemandiriannya meskipun banyak ditentang karena disarankan oleh orang-orang terdekatnya dan teman-temannya untuk memilih menyelesaikan studi, namun ia menjalani keduanya.

Leadership at crisis. Apa yang perlu dilakukan ketika dihadapkan dengan krisis? Consistency is the key to manage crisis. Ia memiliki mimpi bahwa Indonesia harus memiliki kemandirian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan meningkatkan transparansi serta mendorong Good Corporate Governance (GCG).

Energy transition challenge. Kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional menjadi penting. Pertamina needs strategic to face the transition. Inisiatif pertamina menuju energi hijau, terus berinovasi serta bekerjasama dengan beberapa stakeholder termasuk pemerintah dan kampus-kampus.

Women Leadership. Gender equality dalam sebuah perusahaan itu penting meskipun tetap membutuhkan laki-laki. Diyakini bahwa perempuan di dalam perusahaan bisa meningkatkan kekuatan pendapatan dalam sebuah instansi atau perusahaan apabila perempuan diberi hak dan kesempatan yang sama.

Nicke mengatakan, wanita harus seperti ibu dalam memimpin “women should be like mother in leading”. MOTHER (Mentor, Objective, Thrustworty, Helpful, Encouraging, Responsible). Wanita tidak boleh kehilangan energi dan tidak boleh lelah memberikan semangat. Ia juga menyarankan, ketika kita dihadapkan dengan krisis, maka harus memiliki sifat positif dan terus optimis. “Lelah itu pasti, tapi apa yang sudah kita berikan kepada masyarakat membuat kita semangat kembali,” paparnya.

Reporter: Haresti Amrihani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *