Bentuk Kerjasama Kegiatan Ekonomi dari Produksi, Distribusi, dan Pemasarannya

by -5,995 views
Bagaimana bentuk kerjasama kegiatan ekonomi dari produksi, distribusi, dan pemasarannya?
Bagaimana bentuk kerjasama kegiatan ekonomi dari produksi, distribusi, dan pemasarannya?

Bagaimana bentuk kerjasama kegiatan ekonomi dari produksi, distribusi, dan pemasarannya? Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok untuk memperoleh barang dan atau jasa guna memenuhi kebutuhan hidupnya dengan saling mempertukarkan atau menukarnya dengan mata uang.

Berikut penjelasan kegiatan ekonomi produksi, distribusi, konsumsi dan pemasaran:

Kegiatan Produksi

Produksi adalah segala kegiatan yang menghasilkan barang dan atau jasa serta menambah nilai guna suatu barang dan jasa.

Petani menanam padi, merawat tanamannya dengan memberi pupuk, memanen padi. Kemudian mengolah gabah menjadi beras adalah kegiatan produksi. Pengrajin meja dan kursi, mengolah kayu menjadi kusi sekolah juga merupakan produksi.

Kegiatan produksi tidak hanya memproduksi barang saja. Tetapi juga jasa. Guru, penerjemah, dosen, jaksa adalah contoh kegiatan produksi jasa. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

Baca Juga: Tiga Bentuk Kerjasama Kegiatan Ekonomi yang Ada Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegiatan Distribusi

Barang dan jasa yang diproduksi harus dihantarkan ke pasar atau ke pada penggunanya. beras hasil olahan petani di pedesaan, harus dibawa ke kota untuk dimasak penduduk kota. Demikian juga udan hasil tangkapan nelayan, tentunya harus dihantarkan ke pasar.

Kegiatan menyalurkan barang hasil produksi ini disebut kegiatan distribusi. Orang, kelompok, atau lembaga yang melakukan distribusi disebut distributor. Kegiatan distribusi juga termasuk mengelola gudang sementara tempat baran dari produsen sebelum dihantarkan ke penggunanya.

Jadi, distributor adalah orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi atau disebut juga pedagang yang membeli/mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama (produsen) secara langsung.

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), pengertian distribusi adalah pembagian pengiriman barang-barang kepada orang banyak atau ke beberapa tempat.

Dalam melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan barang, distributor melakukan pembelian barang dagangan ke produsen. Dengan adanya jual beli tersebut kepemilikan barang berpindah kepada pihak distributor. Kemudian barang yang telah menjadi miliknya tersebut dijual kembali kepada konsumen.

Secara garis besar, pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusahamemperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, harga, tempat dan saat yang dibutuhkan.

Adapun yang menjadi tujuan distribusi adalah sebagai berikut:
a.Menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
b.Mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen.
c.Tercapainya pemerataan produksi.
d.Menjaga kontinuitas produksi
.e.Meningklatkan kualitas dan kuantitas produksi.
f.Meningkatkan nilai guna barang dan jasa.

Baca Juga: Kegiatan Ekonomi: Pengertian dan Contohnya

Kegiatan Konsumsi

Konsumsi merupakan bentuk kerjasama kegiatan ekonomi untuk mengurangi suatu nilai guna barang atau jasa. Contohnya, beras hasi produksi petani dibeli oleh sebuah keluarga sebanyak 10 kilogram dan diolah menjadi nasi. Hasil produksi berkurang melalui konsumsi dari keluarga tersebut.

Pelaku berupa orang, kelompok atau lembaga yang melakukan kegiatan konsumsi disebut sebagai konsumen. Konsumen, meliputi rumah tangga, pemerintah dan perusahaan industri.

Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi disebut pasar.

Kegiatan Pemasaran

Definisi pemasaran, menurut Philip Kotler, adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain.

Dikaitkan dengan kegiatan ekonomi, pemasaran berarti bekerja dengan pasar untuk mewujudkan pertukaran potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

Dalam kegiatan pemasaran harus jelas siapa yang menjual apa, dimana, bagaimana, bilamana, dalam jumlah berapa dan kepada siapa. Adanya strategi yang tepat akan sangat mendukung kegiatan pemasaransecara keseluruhan.

Mari kita bahas contohnya. Seorang pedangang kebutuhan bahan pokok, membeli beras 10 Ton dari Koperasi Unit Desa. Karena membeli dalam jumlah besar, ia pun mempekerjakan sejumlah orang untuk mengemas ulang beras tersebut dalam kemasan 1 Kilogram. Pengemasan ulang ini, agar memudahkannya menjual kepada ibu rumah tangga untuk konsumsi sehari-hari. Ia pun melabeli barang dagangannya dengan merk ‘Ayam Jago’. Maka, ia menjalankan kegiatan ekonomi dengan membeli, menyimpan, mengemas ulang, mendistribusikan beras dengan merk dagang ‘Ayam Jago’.

Baca Juga: Motif Ekonomi: Penjelasan, Aspek dan Macamnya

Jadi, dalam pemasaran terdapat tiga konsep, yaitu:
1.Pasar sasaran tidak ada perusahan yang dapat beroperasidisemua pasar dan memuaskan semua kebutuhan dan juga tidakada yang dapat beroperasi dengan baik dalam pasar yang luas,sehingga jika suatu perusahaan itu ingin berhasil maka ia harusdapat mendefinisikan pasar sasaran meraka dengan cermat dan menyiapkan program pemasaran.

2.Kebutuhan pelanggan, memahami kebutuhan dan keinginanpelanggan tidak selalu merupakan tugas yang sederhana dikarekan beberapa pelanggan itu memiliki kebutuhan sendiri yang tidak mereka sadari atau mereka tidak dapat mengutarakan kebutuhan-kebutuhan ini.

3. Pemasaran terpadu, jika semua departemen bekerja sama melayani kepentingan pelanggan maka hasilnya adalah pemasaran terpadu.

Jenis Usaha Bidang Ekonomi

Sumber daya alam tersebut apabila dikelola dalam kegiatan ekonomi dapat digolongkan dalam jenis usaha antara lain sebagai berikut:

Usaha Agraris

Usaha agraris bergerak dalam pengelolaan usaha tanah seperti pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan lain-lain. Dalam pengelolaannya, usaha ini berkaitan dengan keadaan alam seperti iklim, cuaca, keadaan tanah, air, dan sebagainya.

Baca Juga: Manfaat Keberagaman Ekonomi dalam Masyarakat

Usaha Ekstraktif

Usaha ekstraktif kegiatannya mengolah dan mengelola penggalian, mengambil, mengumpulkan kekayaan dari alam yang sudah tersedia, seperti pertambangan, pembuatan garam, serta budidaya mutiara.

Usaha Industri

Usaha industri adalah usaha mengolah bahan mentah menjadi barang siap untuk dikonsumsi. Bahan-bahan mentah didapatkan dari sumber daya alam yang ada.

Usaha Jasa

Usaha-usaha di atas harus ditunjang dengan usaha jasa seperti jasa angkutan, pergudangan, keuangan dan lain-lain.

ADVERTISEMENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *