Gotong Royong Adalah Kepribadian Masyarakat Indonesia

by -16,368 views
Anggota TNI dan masyarakat gotong royong membersihkan sekolah
Anggota TNI dan masyarakat gotong royong membersihkan sekolah

Gotong royong adalah kepribadian masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia, sejak dahulu kala dalam kehidupan sosialnya sudah terbiasa dalam suasana gotong royong. Dalam keseharian, kita dengan mudah menjumpai warga yang bekerjasama membersihkan lingkungan, membangun tempat ibadah, sampai tolong menolong saat terjadi bencana alam. Itulah contoh sehari-hari tentan gotong royong.

Gotong royong dapat berarti, bekerjasama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sikap gotong royong adalah menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dan menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil.

Baca Juga: Manfaat Gotong Royong di Sekolah dan Masyarakat

Contohnya adalah petani di Bali yang bergotong royong membersihkan saluran air irigasi dan membaginya dengna sistem Subak. Melalui cara ini, petani di desa-desa Bali bahu membahu, saling bantu mengalirkan air dari sungai sekitar dan membaginya secara adil mengalir ke masing-masing sawah.

Bila diperhatikan seksama, masyarakat di pedesaan lebih terbuka dalam bekerjabersama-sama dibandingkan masyarakat perkotaan. Masyarkat pedesaan, telah lama hidup dalam suasana kekeluargaan dan saling membantu bila ada kesusahan.

Unsur-Unsur Gotong Royong

Gotong royong memiliki arti penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan serta meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan dengan sesama. Oleh karena itu, gotong royong menjadi tanggung jawab setiap warga masyarakat.

Di Indonesia, ada tiga hal khas yang berlaku hingga saat ini yaitu musyawarah, sistem paternalistik, dan gotong royong. Itulah tiga hal yang merupakan khas asli masyarakat Indonesia.

Gotong royong muncul atas dorongan dari hati dengan dibarengi kesadaran dan semangat untuk mengerjakan serta menanggung akibat dari suatu karya, terutama yang benar-benar, secara bersamasama, serentak dan beramai-ramai, tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi dirinya sendiri, melainkan selalu untuk kebahagian bersama, seperti terkandung dalam istilah ‘Gotong.’

Saat membagi hasil karyanya, masing-masing anggota mendapat dan menerima bagian-bagiannya sendiri-sendiri sesuai dengan tempat dan sifat sumbangan karyanya masingmasing, seperti tersimpul dalam istilah ‘Royong’.

Unsur-unsur gotong royong adalah berikut ini:

Kebersamaan

Kebersamaan adalah sikap kerendahan hati, pelayanan, dan kesamaan pikiran antar warga individu dalam kelompok atau komunitas yang saling menghargai yang menumbuhkan suasana nyaman dan aman untuk mencapai tujuan bersama.

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu terhenti.

Jadi nilai kebersamaan intinya adalah memupuk kekeluargaan dengan semangat perbedaan dari berbagai unsur dan kalangan di masyarakat dengan hidup secara berdampingan.

Kesatuan

Kesatuan adalah kebulatan tekad menjadi satu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah belah. Persatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.

Untuk menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan, perlu sikap cinta tanah air dan toleransi. Sikap cinta tanah air adalah suatu perwujudan kasih sayang dan suatu rasa cinta terhadap tempat kelahiran atau tanah airnya.

Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat dimana ia tinggal.

Cinta tanah air, tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada di negaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungannya.

Kerukunan

Kerukunan merupakan sikap untuk mengerti, memahami dan menerima perbedaan antar individu. Sikap ini tanpa paksaan dan tidak ingin memaksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Kerukunan dibutuhkan pada sesama masyarakat Indonesia agar bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan.

Di negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari dengan menumbuhkan kerukunan antar sesama.

Kekeluargaan

Kekeluargaan adalah semangat untuk menumbuhkan rasa yang diciptakan oleh manusia guna untuk mempererat hubungan antar keduanya, maupun perkelompok agar timbul rasa kasih sayang dan persaudaraan.

Sesama masyarakat Indonesia bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antar individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi keselarasan kehidupan. Kemajemukan bukan menjadi penghalang, namum sebagai pemerkaya jati diri bangsa.

Baca Juga: Nilai Luhur Dalam Gotong Royong

Gotong Royong Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 membuat kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan yang selama ini berjalan menjadi terhenti. Tentunya, ini membuat masyarakat berbagai lapisan turut terasa dampaknya.

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama masyarakat untuk bahu membahu, saling tolong menolong meringankan beban masyarakat.

Contoh gotong royong saat pandemi:

Jogo Tonggo di Jawa Tengah

Salah satu kebijakan Pemerintah Jawa Tengah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 yaitu Jogo Tonggo. Kebijakan ketahanan pangan merupakan kunci dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Negara harus hadir dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya. Jika pemerintah lamban dalam mengambil keputusan di situasi darurat pandemic Covid-19, maka masyarakat akan menjadi korban.

Jogo Tonggo adalah penanganan Covid-19 yang berbasis masyarakat di tingkat Rumah Warga (RW), karena warga merupakan garda terdepan untuk melawan Covid-19. Pemerintah dan warga memiliki tanggung jawab dalam penanganan wabah Covid-19 ini. Maka, perlu adanya kerjasama antar pemerintah dengan warga. Sehingga wabah ini cepat teratasi.

Di bidang ekonomi, Joko Tonggo adalah kegiatan gotong royong yang mencakup:
a. Mendata kebutuhan dasar masyarakat.
b. Mendata warga yang tidak mampu, menyediakan kebutuhan dasar.
c. Mengupayakan secara maksimal agar warga bisa dibantu.
d. Memastikan bantuan tepat sasaran
e. Memastikan kegiatan bertani, berkebun dan berdagang tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan.
f. Melayani kebutuhan makan seharihari warga yang karantina mandiri
g. Mendorong terbangunnya lumbung pangan.

Solidaritas Pangan di Yogyakarta

Tak hanya di Jawa Tengah, kegiatan yang sama dilakukan di Yogyakarta. Dilansir dari laman indonesia.go.id, Solidaritas Pangan merupakan perkumpulan relawan dari sejumlah organisasi di Yogyakarta dan diprakarsai oleh masyarakat sendiri.

Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan makanan siap saji kepada masyarakat yang membutuhkan melalui dapur umum. olidaritas Pangan Yogya sedikitnya sudah memiliki enam dapur umum. Yakni, di Gamping, Seyegan, Prawirotaman, Mergangsan, Piyungan, dan Wonocatur. Dua dapur umum yang disebut terakhir merupakan dapur umum khusus. Di dapur umum itu, relawan hanya memasok bahan makanan.

Di Piyungan, dapur umum dikelola untuk dibagikan kepada para lansia. Sedangkan di Wonocatur, dapur umum dikelola dan dibagikan oleh komunitas pemulung yang tinggal di sekiar TPA Piyungan. Cara kerja para relawan dan komunitas solidaritas ini mematuhi protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Jumlah juru masak dibatasi di setiap dapur umum, yakni maksimal tiga orang. Itupun mereka harus bergantian masuk ke dapur, demi mencegah terjadinya kerumunan. Demikian pula dengan para relawan yang menjadi kurir pemasok bahan mentah dan distributor nasi bungkusnya. Mereka diminta mematuhi protokol kesehatan, yakni dengan mengenakan masker, sarung tangan, dan juga membawa cairan sanitasi tangan. Belakangan, relawan juga bertambah dari unsur tenaga kesehatan.

 

Selamat Idul Fitri 2021