Ikhlas dan Sukarela Merupakan Pengamalan Nilai Pancasila

by -29,721 views
Ikhlas dan sukarela saat tolong-menolong merupakan pengamalan nilai Sila kedua Pancasila
Ikhlas dan Sukarela Merupakan Pengamalan Nilai Pancasila

Jakarta, indomaritim.id – Ikhlas dan sukarela saat tolong-menolong merupakan pengamalan nilai Sila kedua Pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Makna sila kedua tersebut berarti bangsa Indonesia diakui dan diperlakukan sesuai harkat dan martabat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, manusia memiliki derajat, hak, dan kewajiban yang sama.

Pancasila sebagai dasar nagara Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, menjadi pemersatu bangsa yang majemuk dan beragam.

Kita hidup dalam masyarakat yang beragam. Di dalam kehidupan kita sehari-hari kita berjumpa dan bergaul dengan orang lain yang berbeda karakter, berbeda suku, agama, dan adat istiadat.

Tetapi dalam keberagaman ini kita dituntut untuk berkembang menjadi pribadipribadi yang berkarakter, kreatif dan mandiri. Pribadi yang mampu beradaptasi dengan perbedaan yang ada, tidak egois, toleran, menjunjung tingi norma dan nilai, serta mampu menjalin kerjasama dengan orang lain.

Baca Juga: Cara Interaksi Dengan Masyarakat yang Beragam Sosial Budaya

Pribadi yang memiliki andil untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang rukun bersatu, bermartabat, dan bangsa yang maju, yang tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain.

Mengapa demikian? Karena keberagaman yang kita miliki ini dapat menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak negatif inilah yang perlu kita hindari. Sikap toleran menjadi prasyarat mutlak yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia.

Toleran sebagai sikap mental dan etika dapat mewujudkan persaudaraan yang kokoh. Toleran adalah menghilangkan watak- watak merasa benar, sok kuasa, dan menang sendiri.

Wujud sikap toleran antara lain:

Tidak egois

Agar menjadi pribadi yang tidak egois, maka dibutuhkan toleransi. Toleransi menjadi penting agar masyarakat Indonesia agar bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Toleransi merupakan sikap untuk mengerti, memahami dan menerima perbedaan antar individu. Sikap ini tanpa paksaan dan tidak ingin memaksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Lebih membuka diri terhadap pendapat dan pandangan orang lain

Manusia memandang dan menyikapi apa yang terdapat dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tatanilai masyarakat atau lainnya. Luasnya pandangan manusia tergantung pada faktor dominan yang mempengaruhinya.

Menghargai perbedaan pendapat dan pandang dilakukan sesuai norma dan hukum yang berlaku di masyakat dan negara. Bila ada perbedaan, musyawarah untuk mencapai mufakat adalah jalan terbaik.

Keberagaman antar masyarakat yang meliputi suku, budaya, adat istiadat, ras, agama atau kepercayaan, dan golongan merupakan berkah bagi bangsa Indonesia
Keberagaman antar masyarakat yang meliputi suku, budaya, adat istiadat, ras, agama atau kepercayaan, dan golongan merupakan berkah bagi bangsa Indonesia

Ikhlas dan Sukarela menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan

Manusia memandang dan menyikapi apa yang terdapat dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tatanilai masyarakat atau lainnya.

Luasnya pandangan manusia tergantung pada faktor dominan yang mempengaruhinya. Cara pandang yang bersumber pada kebudayaan yang memiliki akan terbatas pada bidang-bidang tertentu dalam kebudayaan itu.

Begitu juga dengan cara pandang yang berasal dari agama dan kepercayaan akan mencakup bidang-bidang yang menjadi bagian konsep kepercayaan agama tersebut.

Ada yang hanya terbatas pada kekinian, dunia fisik, dan yang menjangkau dunia metafisika atau alam diluar kehidupan dunia.

Pembahasan tentang manusia sangat beragam dan tidak henti-hentinya, hal ini disebabkan oleh perbedaan sudut pandang yang digunakan oleh masing-masing orang. Beberapa di antara telah memandang manusia sebagai makhluk yang mampu berpikir, makhluk yang memiliki akal budi, makhluk yang mampu berbahasa, dan makhluk yang mampu membuat perangkat peralatan untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya.

Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan rasa ikhlas dan sukarela menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan seperti tolong menolong, tanpa pamrih dan rela berkorban.

Berusaha mengenal dan belajar budaya daerah lain

Struktur dan komposisi penduduk Indonesia menurut kelompok suku bangsa menurut Sensus Penduduk 2010 memperlihatkan Suku Jawa yang berasal dari Pulau Jawa bagian tengah hingga timur sebagai kelompok suku terbesar dengan populasi sebanyak 85,2 juta jiwa atau sekitar 40,2 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Yang disebuk Suku Jawa ini sudah mencakup Suku Osing, Tengger, Samin, Bawean atau Boyan, Naga, Nagaring dan suku-suku lainnya. Suku bangsa terbesar kedua adalah Suku Sunda yang berasal dari Pulau Jawa bagian barat dengan jumlah mencapai 36,7 juta juwa atau 15,5 persen. Suku Batak menyusul sebagai terbesar ketiga dengan jumlah mencapai 8,5 juta jiwa atau 3,6 persen yang berasal dari Pulau Sumatra bagian tengah utara. Terbesar ke empat adalah Suku asal Sulawesi selain Suku Makassar, Bugis, Minahasa dan Gorontalo.

Jumlah terbesar keempat ini sendiri merupakan gabungan dari 208 jenis suku bangsa Sulawesi, Untuk terbesar kelima adalah Suku Madura yang berasal dari Pulau Madura di sebelah timur utara Pulau Jawa yang populasinya menyebar cepat di berbagai wilayah Indonesia hingga mencapai 7,18 juta jiwa atau sekitar 3,03 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Kemajemukan bangsa Indonesia erlihat dari beragamnya jenis suku bangsa, sehingga perlu berusaha mengenal dan belajar budaya daerah lain.

Menghormati adat kebiasaan suku bangsa lain

Keragaman penduduk Indonesia selanjutnya terlihat dari penggunaan bahasa daerah yang cukup besar dalam kehidupan seharai-hari. Sebesar 79,5 persen penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2010 menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa keseharian dan rumah tangga. Sedangkan 19,9 persen menggunakan bahasa Indonesia, sisanya sebesar 0,3 persen menggunakan bahasa asing.

Jadi menjadi penting bagi generasi muda untuk menghormati adat kebiasaan suku bangsa lain.

Tidak memandang rendah suku atau budaya bangsa lain

Perbedaan suku dan budaya adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan. Di Negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan.

Jadi, keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan sekaligus berkah bagi bangsa.

One thought on “Ikhlas dan Sukarela Merupakan Pengamalan Nilai Pancasila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *