Karakteristik Keluarga Menurut Robert MZ Lawang​

by -1,179 views
Karakteristik Keluarga Menurut Robert MZ Lawang​
Karakteristik Keluarga Menurut Robert MZ Lawang​

Karakteristik keluarga adalah sebagai tempat yang paling inti atau dasar untuk semua individu dalam memperoleh perhatian, perlindungan, pembelajaran, dan juga pembinaan.

Menurut Robert M.Z. Lawang, menyebutkan bahwa keluarga memiliki empat karakteristik, yaitu:

  • Terdiri atas orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan.
  • Anggota keluarga hidup bersama dalam satu rumah dan membentuk rumah tangga.
  • Merupakan satu kesatuan orang yang berinteraksi dan berkomunikasi.
  • Melaksanakan dan mempertahankan kebudayaan yang sama.

Keluarga juga merupakan unit sosial terkecil yang dari padanya suatu bangunan masyarakat bahkan negara-bangsa terbentuk.

Dalam keluarga peranan sosial dan masing-masing anggota keluarga ditentukan oleh masyarakkat, sehingga setiap anggota keluarga, dapat mengaktualisasi diri melalui jaringan hubungan interpersonal.

Keluarga mempersiapkan individu untuk dapat melakukan hubungan yang luas dalam masyarakat. Posisi peran dan norma dalam suatu sistem relasi, termasuk keluarga, merupakan tujuan dari struktural sosial.

Manfaat Hidup Rukun di Keluarga

Manfaat hidup rukun mampu menjalin komunikasi yang lebih baik. Tentu saja di lingkungan sekolah, komunikasi dengan teman teman dan guru anda menjadi lebih baik. Hal ini akan membuat sekolah akan terasa menyenangkan.

Untuk lingkungan rumah tentu saja, komunikasi anda dengan anggota keluarga lainnya membaik sehingga tidak menimbulkan salah paham yang dapat menyebabkan pertengkaran.

Baik di kehidupan sekolah, keluarga, ataupun rumah tentu saja akan lebih harmonis dibandingkan sebelumnya. Sehingga bila terjadi masalah, anda akan tenang dalam menghadapinya.

Lingkungan sekolah, rumah, dan keluarga anda akan menjadi lebih tentram dan aman, hal ini karena satu sama lainnya akan membantu jika ada kesusahan.

Hidup rukun juga akan mempererat tali persatuan dengan teman dan keluarga anda.

Karena hubungan yang baik, tentu saja akan meminimalisir terjadi perselisihan dan perdebatan satu sama lainnya.

Nilai-nilai yang tercipta dalam hidup rukun dengan karakteristik keluarga adalah:

  • Kebersamaan
  • Persatuan dan kesatuan
  • Kekuatan kelompok
  • Toleransi tinggi diantara sesama
  • Asah, asih, dan asuh di keluarga dan sekolah

Contoh hidup rukun ditengah masyarakat desa dan kota:

  • Berbagi makanan sesama tetangga
  • Membantu tetangga yg kesulitan
  • Tidak merugikan tetangga.
  • Tidak mengganggu tetangga.
  • Menjenguk tetangga yang sakit.
  • Ikut bergotong royong di lingkungan Rukun Tetangga/Rukun Warga
  • Menghormati berbeda agama dan suku

Hidup Rukun di Masyarakat dan Sekolah

Sebagai negara majemuk, keberagaman antar masyarakat di Indonesia dapat menjadi kekuatan bangsa. Bukan sebagai kelemahan, justru masyarakat Indonesia memiliki sifat majemuk yang memang sangat mencintai keberagaman ini.

Sebagai negara Pancasila, keberagaman bukanlah penghalang untuk bisa bekerjasama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sebaliknya, jadikan keberagaman menjadi momentum untuk persatuan. Sesama masyarakat Indonesia bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antar individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi keselarasan kehidupan. Kemajemukan bukan menjadi penghalang, namum sebagai pemerkaya jati diri bangsa.

Menghadapi gelombang perubahan kehidupan akibat gerusan arus pengaruh budaya asing perlu ada kekuatan (enerji sosial) yang dapat mengarahkan pada terbentuknya komitmen moral dengan memunculkan gerakan yang berusaha membebaskan diri dari kungkungan hegemoni budaya asing yang telah memporak porandakan modal sosial gotong royong.

Nilai-nilai yang memunculkan kesadaran palsu akibat globalisasi perlu dilawan dengan jati diri bangsa Indonesia yang mengedepankan gotong royong.

Gotong Royong Agar Hidup Rukun di Masyarakat dan Sekolah

Sebagai negara majemuk, keberagaman antar masyarakat di Indonesia dapat menjadi kekuatan bangsa. Bukan sebagai kelemahan, justru masyarakat Indonesia memiliki sifat majemuk yang memang sangat mencintai keberagaman ini.

Sebagai negara Pancasila, keberagaman bukanlah penghalang untuk bisa bekerjasama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sebaliknya, jadikan keberagaman menjadi momentum untuk persatuan. Sesama masyarakat Indonesia bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antar individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi keselarasan kehidupan. Kemajemukan bukan menjadi penghalang, namum sebagai pemerkaya jati diri bangsa.

Menghadapi gelombang perubahan kehidupan akibat gerusan arus pengaruh budaya asing perlu ada kekuatan sosial yang dapat mengarahkan pada terbentuknya komitmen moral dengan memunculkan gerakan yang berusaha membebaskan diri dari kungkungan hegemoni budaya asing yang telah memporak porandakan modal sosial gotong royong.

Nilai-nilai yang memunculkan kesadaran palsu akibat globalisasi perlu dilawan dengan jati diri bangsa Indonesia yang mengedepankan gotong royong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *