Karimunjawa, Surga Tersembunyi di Ujung Jepara

by -155 views
Taman Laut Nasional Kepulauan Karimunjawa
Taman Laut Nasional Kepulauan Karimunjawa

Jepara, indomaritim.id – Karimunjawa adalah surga buat Anda pecinta olahraga air seperti menyelam, memancing, dan snorkeling namun memiliki waktu dan dana terbatas. Kepulauan Karimunjawa yang memilki status Taman Laut Nasional di utara Jawa, ini tak hanya menyuguhkan keindahan panorama laut, kaya akan ikan. Namun juga kesunyian, kemudahan akses, serta akomodasi yang terjangkau menjadi keunggulan Karimunjawa.

Sebelum ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 5 Maret 2001, gugusan Kepulauan Karimunjawa sudah menjadi lokasi yang populer bagi berbagai organisasi menyelam amatir di Jawa untuk dikunjungi. Karimunjawa adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Jepara, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Karimunjawa merupakan kepulauan yang terletak di tengah Laut Jawa.

Di Karimunjawa, para penyelam amatir yang umumnya dari organisasi kemahasiswaan dilatih untuk mengenal medan pertama sebelum terjun ke tempat-tempat jauh seperti perairan di Labuhan Bajo, Kepulauan Banda, Wakatobi dan Hoga di Sulawesi, atau Raja Empat.

Seiring waktu kemolekan Karimunjawa mulai dikenal. Keindahan panorama laut dan hutan bakau wilayah seluas 111.500 hektar, dimana 110000 hektar perairan dan 1.500 hektar daratan, ini menjadi andalan wisata Jawa Tengah.

Apa saja daya tarik Karimunjawa?

Turis manca kerap menyebut Karimunjawa sebagai surga tersembunyi. Pesona air laut yang hijau kebiruan, pantai-pantainya yang berpasir putih, udara yang bebas polusi, serta keindahan alam menjadi tempat yang ideal untuk melarikan diri dari kebisingan kota besar di akhir pekan atau di hari libur.

Karimunjawa relatif sunyi. Dari ke-27 pulau, hanya beberapa saja yang berpenghuni. Itu pun tak banyak. Misalnya di pulau utama Karimun.

Anda dapat membawa keluarga atau teman-teman berkemah, menyepi di sini, sambil menikmati keindahan air laut, tebaran bintang di angkasa, dan bermandi hangatnya api unggun.

Kepulauan yang terletak 80 km sebelah utara Kota Semarang ini juga mudah dijangkau. Cukup berkendara ke Kota Jepara satu setengah jam dari Semarang. Lalu dilanjutkannaik feri dari Pantai Kartini selama tiga sampai lima jam, Anda sudah sampai di Pulau Karimun.

Dari Karimun Anda dapat menyewa perahu nelayan ke pulaupulau terdekat. Tarifnya tergantung kepiawaian menawar, dari Rp.150.000 sehari hingga Rp.350.000, tergantung berapa banyak pulau yang hendak dikunjungi dan kapasitas perahu. Perahu yang memuat 5-10 orang misalnya harga sewanya juga lebih mahal.

Akomodasi buat wisatawan di Karimunjawa tergolong ramah kantong. Tarif penginapan beragam, menyesuaikan kemampuan kantong pengunjung.

Kelas backpacker misalnya, di kisaran Rp.150.000-Rp.250.000 per orang sudah termasuk tiga kali makan dengan menu utama aneka olahan ikan. Sedang yang ingin menikmati layanan wah dapat menginap di Kurakura Resort dengan tarif beberapa ratus dolar semalam.

Pesona Ikan Hias dan Fauna Laut

Ilustrasi

Ada sekitar 400 spesies fauna laut dan 242 ekor jenis ikan hias yang dapat Anda nikmati kala menyelam atau snorkeling. Spot menyelam favorit ada di Taka Panyawangan dan Gosong Cemara.

Jika Anda ingin snorkeling, jangan lewatkan Pulau Tengah, Tanjung Gelam dan Menjangan Besar. Di Pulau Menjangan -20 menit dari pulau utama Karimun ke arah barat, Anda dapat menikmati keindahan aneka terumbu karang. Pantainya berpasir putih. Sedang di Pulau Cemara, suasananya sunyi dan masih asri.

Baca Juga: Bilelando, Potensi Wisata Bahari Baru di Nusa Tenggara Barat

Air lautnya sungguh jernih, beberapa bagian sangat dangkal. Di Pulau Cilik -30 menit ke arah timur dari pulau utama- memiliki terumbu karang yang besar-besar dan sehat.

Sedang di Pulau Tengah, 15 menit dari Pulau Cilik, ada hard Coral dan Sea Anemone yang menjuntai, dan banyak ditemukan ikan laut lucu dan menggemaskan seperti clown fish.

Di Pulau Tanjung Gelam yang tidak jauh dari Pulau Cemara Besar, Anda dapat mendirikan kemah, menikmati pantai pasir putih yang luas, lembut, dan bersih, berteduh di deretan pohon yang tersusun rapi di bibir pantai, sambil menikmati matahari terbenam di sore hari.

Alat snorkeling dan menyelam dapat membawa sendiri, dapat pula menyewa di beberapa persewaan di Karimun. Namun jumlahnya terbatas.

Jika menyukai tantangan, Anda dapat mencoba berenang dengan anakan ikan hiu di Pulau Menjangan. Di sini ada penangkaran hiu, ikan-ikan hiu kecil di sini amat jinak. Anda juga dapat melihat beberapa kura-kura laut, atau elang jawa yang bebas beterbangan di angkasa.

Penyuka memancing, dapat menyalurkan hobi sepuasnya di Karimunjawa. Cukup menyewa perahu nelayan, Anda dapat menuju spot-spot memancing di beberapa pulau. Pembawa perahu umumnya juga pemandu wisata dan pemandu memancing yang baik.

Pesona Hutan Mangrove

Ilustrasi

Kalau bosan melaut, Anda dapat mengunjungi kawasan hutan mangrove dengan ojek. Hutan mangrove terletak di Desa Kemujan, sekitar satu jam berkendara dari Alun-alun Pulau Karimun.

Hutan seluas 222 ha ini menawarkan aneka bakau avicennia marina yang memiliki bentuk unik. Anda dapat menyusuri jembatan kayu sepanjang dua kilometer, sambil menikmati kicau burung kuntul karang bersahutan dan cekakak sungai yang menandai pergantian musim.

Jika beruntung, Anda dapat bersua dengan kupu-kupu jenis Euploea crameri karimondjawaensis dan Idealeuconea karimondjawaensis yang tergolong langka dan hanya ada di sini.

Lelah berjalan, Anda dapat beristirahat di empat gubuk bambu. Sempatkan naik ke menara pandang untuk melihat Bukit Hutan Nyamplungan dan pemandangan laut yang menghampar luas. Kalau berkunjung sore hari, Anda dapat menyaksikan matahari terbenam.

Baca Juga: Kurau, Tujuan Wisata Mangrove di Bangka Belitung

Di malam hari, ribuan kunang-kunang beterbangan lepas ke lautan. Sayangnya, hutan mangrove sudah tutup pukul 17.00.

Hutan mangrove buka setiap hari dari 08.00-17.00, di hari Jumat akan tutup pada 11.30-13.30. Tiket masuknya hanya Rp.10.000 di hari biasa, dan Rp.12.500 pada Minggu atau hari libur nasional. Untuk turis manca, harga tiket jauh lebih mahal, lebih 15 kali lipat harga tiket pengunjung lokal.

Waktu terbaik mengunjungi Karimunjawa adalah saat musim kemarau, antara April – Oktober, karena laut relatif tenang dan aman buat berenang maupun dilalui kapal.

Selama mengunjungi Karimunjawa, jangan lupa membawa cairan anti nyamuk, topi dan payung karena udara panas menyengat, pelembab bibir dan tabir surya, kacamata penahan surya, serta air minum yang banyak agar tidak dehidrasi.

Satu hal yang harus diperhatikan, jangan membuang sampah sembarangan, jangan membuang botol plastik bekas minuman ke laut, agar laut Karimunjawa tetap bersih dan tak tercemar.