Keberagaman Ras, Suku, Agama dan Golongan Masyarakat Indonesia

by -13,117 views
Keberagaman Ras, Suku, Agama dan Golongan Masyarakat Indonesia
Keberagaman Ras, Suku, Agama dan Golongan Masyarakat Indonesia

Keberagaman ras, suku, agama dan golongan masyarakat di Indonesia merupakan hal alamiah bagi negara kepuluaan. Sebagai negara kepulauan, perbedaan antar suku yang mendiami satu pulau dengan pulau lain atau berada di satu kawasan berbeda-beda budayanya.

Menurut penelitian badan statistik yang dibuat Badan Pusat Statistik, melalui survei penduduk yang di lakukan tahun 2010,di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Struktur dan komposisi penduduk Indonesia menurut kelompok suku bangsa menurut Sensus Penduduk 2010 memperlihatkan Suku Jawa yang berasal dari Pulau Jawa bagian tengah hingga timur sebagai kelompok suku terbesar dengan populasi sebanyak 85,2 juta jiwa atau sekitar 40,2 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Secara ringkas, penyebab keberagaman di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut :
• Letak strategis wilayah Indonesia
• Kondisi negara kepulauan
• Perbedaan kondisi alam
• Keadaan transportasi dan kumunikasi
• Penerimaan masyarakat terhadap perubahan

Manfaat Keberagaman di Masyarakat

Keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki banyak manfaat. Manfaat keberagaman budaya bagi suatu bangsa dapat dilihat dari berbagai macam aspek, yakni ekonomi dan sosial. Di aspek ekonomi, manfaat keberagaman adalah menjadi aset kekayaan bangsa. Secara keseluruhan, keberagaman budaya merupakan identitas negara.

Keberagaman suku, budaya, adat istiadat, ras, agama atau kepercayaan, dan golongan merupakan berkah bagi bangsa Indonesia. Dijuluki jamrud khatulistiwa, keberagaman menjadi modal bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

Mustaghfiroh Rahayu, dalam artikel berjudul Keragaman di Indonesia dan Politik Pengakuan (Suatu Tinjauan Kritis) pada Jurnal Pemikiran Sosiologi menyebutkan, keberagaman di Indonesia terbentuk dari lebih banyak varian daripada yang terjadi di Barat. Dalam varian itu terdapat adat istiadat, hubungan dengan keturunan Tiongkok yang sudah tinggal di Indonesia sejak lama, dan pluralisme hukum yang menjadi warisan dari masa kolonial.

Jadi, keberagaman di Indonesia dan negara-negara Asia secara umum berbeda dengan sejarah keragaman di negara-negara Barat, yang menghasilkan respon dan kebijakan yang tidak seluruhnya sama. Beberapa kebijkan mungkin menggunakan nama yang sama, tapi pada praktiknya melalui proses dan memiliki makna yang berbeda.

Dilansir dari situs Guruberbagi Kemdikbud, negara Indonesia sangat besar sehingga sangat sulit untuk mengaturnya apabila tidak ada perstuan, oleh karena itu persatuan sangat penting serta negara dapat terwujud persatuan dan kesamaannya.

Seluruh warga negara sudah seharusnya punya andil yang besar dalam mengetahui, mempelajari, dan mengembangkan persatuan bangsa yang memiliki komitmen terhadap semangat persatuan dalam konteks NKRI, serta tetap bergerak dalam koridor persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan yang membangun.

Cara menghargai keragaman di masyarakat misalnya tidak menghina kebudayaan lain, merasa ikut memiliki, dan ikut melestarikan kebudayaan daerah yang hampir punah.

Maka dari itu persatuan dan kesatuan sangat penting untuk mewujudkan cita-cita Negara yang tentunya harus berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila serta komitmen untuk menjadikan Negara yang maju, bermartabat dan berwibawa.

Dalam menerima keragaman suku bangsa dan budaya di masyarakat diperlukan sikap yang lapang dada, tulus ikhlas dan sikap rela menerima adanya perbedaan.

Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman sosial di Indonesia adalah sebagai pemersatu, perekat berbagai budaya dari suku bangsa di Indonesia.

Di dalam UUD 1945 menjelaskan bahwa Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto sebagai lagu wajib perjuangan Indonesia.

Burung Garuda melambangkan kekuatan. Warna emas pada burung Garuda melambangkan kemuliaan. Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Setiap simbol pada perisai melambangkan setiap ajaran Pancasila, yaitu:

1. Bintang melambangkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Rantai melambangkan prinsip Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Pohon Beringin melambangkan prinsip Persatuan Indonesia
4. Kepala Banteng melambangkan prinsip Demokrasi yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial bagi Rakyat Seluruh dari Indonesia

Warna Merah dan Putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Warna merah berarti keberanian dan warna putih berarti kemurnian. Garis hitam tebal di perisai melambangkan wilayah Indonesia dilalui oleh garis Khatulistiwa.

Contoh Keberagaman Adat Kebudayaan

Berikut ini beberapa contoh keberagaman adat kebudayaan di Indonesia. Tentu, sangat banyak adat kebudayaan yang lain yang belum disebutkan. Kamu tentunya bisa menambahkan lainnya.

Upacara Ngaben di Bali

Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah yang merupakan warisan leluhur dan telah dilakukan sejak ratusan tahun silam di Bali. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa dengan membayar jenazah, roh leluhur menjadi suci dan mereka bisa beristirahat dengan tenang. Upacara ngaben membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini karena ngaben melibatkan orang dalam jumlah besar dan panggung pembakaran.

Oleh karena itu, masyarakat Bali yang kurang mampu biasanya harus menunggu selama beberapa saat agar dapat melakukan ngaben secara bersama-sama. Dengan demikian, biaya upacara terasa lebih ringan karena ditanggung oleh beberapa keluarga.

Pesta Batu Bakar di Papua

Pesta batu bakar merupakan salah satu perayaan yang dilakukan oleh suku Dani di Papua. Pesta ini biasa diselenggarakan untuk merayakan pernikahan, kelahiran, maupun merayakan kemenangan dari perang. Dalam pesta ini mereka akan memasak berbagai jenis makanan mulai dari umbi-umbian hingga babi untuk dikonsumsi secara bersama-sama.

Bahan-bahan makanan tersebut akan dimasukkan ke dalam lubang yang berisi batu dan dedaunan. Nantinya makanan tersebut akan dibagikan ke seluruh penduduk desa. Dalam memulai proses pembakaran, suku Dani menyalakan api secara tradisional yaitu dengan menggosok batu hingga timbul percikan api.

Rendang, Cara Memasak Khas Minangkabau

Rendang merupakan makanan khas Minangkabau. Merendang, adalah proses memasak. Jadi, bahannya dapat berupa daging sapi, telor, daging ayam bahkan sayuran. Namun, yang paling terkenal adalah rendang dari daging sapi.

Rendang biasanyadisajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Rendang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah, dimasak dengan menggunakan santan kelapa.

Angklung, Alat Musik Bambu dari Jawa Barat

Angklung adalah alat musik tradisional yang banyak tumbuh dan berkembang di Jawa Barat. Terbuat dari bambu. Angklung merupakan alat musik yang bernada ganda, cara memainkan alat musik ini cukup mudah yaitu dengan cara digoyangkan.

Angklung terkenal karena untuk memainkannya secara bersama-sama dalam kelompok. Cara memainkan angkung, menuntut kekompakan dan kerjasama.

Baca Juga: Sikap Saling Menghormati dan Menghargai dalam Interaksi Sosial

Cara Melestarikan Budaya dan Adat Istiadat

Indonesia kaya dengan berbagai macam budaya dan adat istiadat. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, kebudayaan adalah aset bangsa yang harus dijaga kelestariannya ditengah gemburan budaya asing melalui globalisasi.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang anggota masyarakat khususnya kita sebagai generasi muda dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga budaya lokal diantaranya adalah :

1. Mau mempelajari budaya tersebut, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam kehidupan kita

2. Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan

3. Mengajarkan kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan tetap dapat bertahan

4. Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain

5. Mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya budaya berbahasa

6. Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki

7. Menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme

8. Ajarkan budaya kepada orang lain

Baca Juga:  Manfaat Keberagaman Budaya Bagi Suatu Bangsa

Pertanyaan dan Diskusi

Contoh teks ulasan tentang keberagaman ras suku agama dan golongan masyarakat Indonesia?

Terjawab dengan artikel diatas. Sertakan sumber tulisan berikut ini https://indomaritim.id/keberagaman-ras-suku-agama-dan-golongan-masyarakat-indonesia/

Sikap saling menghormati dan menghargai dalam interaksi sosial penting dilakukan supaya​ …

Tidak terjadi peselisihan dan konflik antar sesama di masyarakat. Juga menjaga kerukunan dan persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan sikap saling menghormati!

Sikap saling menghormati, saling menghargai dan mau menerima perbedaan serta mengambil jalan atau keputusan yang terbaik sebagai sebuah kesepakatan bersama adalah perilaku siswa dan generasi muda harapan bangsa.

Dengan saling menghormati, maka akan memberikan manfaat yang baik. Serta, tidak terjadi permasalahan yang memang tidak diperlukan. Tidak ada manfaat dari permasalahan yang terjadi. Sebaliknya, jika saling menghargai satu sama lain maka akan sangat bermanfaat.

Sebagai pelajar, yang dapat dilakukan adalah dengan bergotong-royong, mengembangkan toleransi antar sesama dan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Sikap saling menghormati antar sesama termasuk pengamalan sila ke …

Sikap saling menghormati sesama manusia adalah pengamalan sila ke dua Pancasila. Sila kedua Pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” . Sila ini menunjukkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Artikel Bersponsor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *