Kementerian Perdagangan Dukung Penyederhanaan Prosedur Perdagangan Internasional

by -143 views
Direktorat Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional menyelenggarakan APEC Workshop on Best Practices of Traded Facilitation Agreement (TFA) Implementation within APEC Economies : Opportunities and Challenges yang berlangsung di Padma Resort Legian, Bali, Rabu (19/6). Workshop dibuka oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward. Foto: Humas Kemendag
Direktorat Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional menyelenggarakan APEC Workshop on Best Practices of Traded Facilitation Agreement (TFA) Implementation within APEC Economies : Opportunities and Challenges yang berlangsung di Padma Resort Legian, Bali, Rabu (19/6). Workshop dibuka oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward. Foto: Humas Kemendag

Bali, indomaritim.id – Kementerian Perdagangan mendukung penyederhanaan prosedur perdagangan internasional. Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward pada pembukaan lokakarya “Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Workshop on Best Practices of Trade Facilitation Agreement (TFA) Implementation within APEC Economies: Opportunities and Challenges” di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (19/6/2019).

“Dengan implementasi TFA, diharapkan dapat menyederhanakan dan mengharmonisasi prosedur perdagangan internasional sehingga lebih transparan dan tidak diskriminatif,” ujar Doddy.

Baca Juga: Bertemu Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok, Menteri Enggartiasto Lukita Bahas Sarang Burung Walet

Menurut Doddy hambatan tarif pada perdagangan internasional terus menurun. Namun, di sisi lain terdapat kecenderungan peningkatan hambatan perdagangan nontarif yang bertumpu pada pemberlakuan standar, kesehatan, keamanan, keselamatan, dan lingkungan hidup.

“Penerapan hambatan perdagangan terkait nontarif yang tidak benar berdampak pada meningkatnya biaya perdagangan dan biaya administrasi dalam perdagangan internasional yang akhirnya dapat bersifat proteksionisme,” terang Dody.

Lokakarya ini digelar untuk meningkatkan kemampuan anggota ekonomi APEC dalam melaksanakan komitmennya terhadap TFA, khususnya menyangkut penyederhanaan prosedur ekspor/impor. Selain itu, lokakarya juga memfasilitasi anggota untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam pelaksanaan TFA sesuai kesepakatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Baca Juga: Viral Foto Penumpang Padati KM. Gunung Dempo, Begini Tanggapan Dirjen Perhubungan Laut

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 125 peserta yang berasal dari anggota Ekonomi APEC. Selain itu, acara ini merupakan bentuk realisasi dari disepakatinya inisiatif Indonesia melalui Kemendag yang diajukan pada fora Komite Perdagangan dan Investasi APEC tahun 2018 di Papua Nugini.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan kedutaan besar Ekonomi APEC di Jakarta, kementerian/lembaga, akademisi, dan dunia usaha. Turut hadir juga pakar perjanjian fasilitasi perdagangan di antaranya Yann Duval dari United Nations Economic and Social Commision for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan Alexandre Larouche Maltais dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) selaku pembicara.

“Diharapkan lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi Implementasi FTA WTO dari aspek kerangka legislatif dan perampingan birokrasi, serta implementasi dari aspek teknologi komunikasi informasi dan prosedur institusional. Rekomendasi ini akan disampaikan pada pertemuan Komite Perdagangan dan Investasi pada forum APEC di Puerto Varas, Chile pada bulan Agustus 2019 mendatang,” pungkas Doddy.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga