Membangun Perekonomian Nasional dengan Menjadi Eksportir Baru 4.0

oleh -150 views
Laksamana (Purn) Prof. Dr. Marsetio

Jakarta, indomaritim.id – Sekolah Ekspor bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia, Ikatan Alumni Universitas Padjajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),  Rabu (21/7/2021) mengadakan webinar dengan pembicara Penasihat Khusus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio.

Dalam kesempatan itu Laksamana (Purn) Prof. Dr. Marsetio menjelaskan, bila ingin berbicara tentang ekspor, maka terlebih dahulu perlu melihat wajah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Di tahun 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi nomor empat dunia setelah China, India, dan Amerika. Namun, hal ini memerlukan pemimpin yang memiliki karakter leadership”, katanya.

Lebih lanjut Laksamana Marsetio mengatakan, berbicara tentang ekspor, maka perlu diperhatikan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional untuk meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional.  “Indonesia akan menjadi negara maritim yang besar apabila memenuhi enam elemen yang salah satunya adalah memiliki pemerintahan yang memiliki karakter maritim”, tambahnya.

Webinar tersebut diikuti oleh 900an peserta dari Indonesia dan mancanegara dan diharapkan mampu mencetak eksportir-eksportir baru di Indonesia. Webinar Khusus Studi Independen Bersertifikat 2021 itu diadakan dengan tema Membangun Perekonomian Nasional dengan Menjadi Eksportir Baru 4.0 “Blue Economy Products”, merupakan seri kedua, digelar secara daring dan disiarkan melalui channel youtube.

Kepala Sekolah Ekspor Handito Joewono mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang serba tidak nyaman ini, pertemuan daring menjadi sangat penting untuk mendiskusikan berbagai hal termasuk berdiskusi untuk menghidupkan perekonomian.

“Jika kita berbicara ekonomi, maka kita bicara juga pelaku-pelaku ekonomi tersebut. Lalu, bagaimana kita memanfaatkan situasi seperti saat ini?”, ujar Handito.

Program pemerintah untuk mencetak ribuan eksportir perlu didorong oleh semua stakeholder terkait, tidak hanya mahasiswa.

Ketua Umum Kadin,  M. Arsjad Rasjid dalam kata sambutannya pada webinar itu antara lain mengatakan: “Kami ingin terus bergandengan tangan dengan Kemendikbudristek, khususnya untuk menyiapkan talenta-talenta terbaik bangsa Indonesia, termasuk mencetak eksportir baru pada studi independen menjadi eksportir baru 4.0”.

Reporter: Haresti Amrihani

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *