Peluncuran Buku Soesi Sastro: Kebaya sebagai Ekspresi Kebudayaan Indonesia melalui Perempuan

by -233 views
Peluncuran Buku Melintasi Masa Karya Soesi Sastro

Jakarta, indomaritim.id – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia tidak menyurutkan perempuan-perempuan Indonesia untuk merayakan peringatan Hari Kartini. Hari Kartini yang biasanya diperingati dengan perayaan karnaval atau arak-arakan dengan mengenakan baju kebaya, kini banyak yang memperingatinya secara daring, salah satunya adalah diperingati dengan peluncuran buku berjudul “Kebaya Melintasi Masa”, Rabu (21/4/2021).

Buku Kebaya Melintasi Masa ini ditulis oleh Soesi Sastro dan berkolaborasi dengan 27 perempuan yang mencintai kebaya yang beberapa penulisnya berdomisili di luar negeri.

N. Syamsudin Haesy, pembedah sekaligus narasumber menceritakan buku ini secara lugas bahwa bicara kebaya maka bicara sastra. Kebaya bukan sekadar seni wastra, tetapi juga sebagai ekspresi kebudayaan Indonesia melalui perempuan, contohnya Kartini.

“Buku Kebaya Melintasi Masa ini unik karena memiliki 28 angle, 28 perspektif ada di dalamnya. Bertemunya aspirasi dan inspirasi perempuan dalam berkebaya merupakan medium kreativitas yang akan terus berkembang sesuai perkembangan zaman,” tambah Syamsudin Haesy atau yang akrab disapa Bung Sem.

Endang Caturwati, Guru Besar Seni Pertunjukan dari ISBI Bandung juga menyampaikan ulasan mengenai buku Kebaya Melintasi Masa ini.

“Orang dulu bisa mengkomposisikan kebaya pada acara apapun. Harapannya ke depan, kebaya menjadi praktis, disukai, dan bisa menjadi inspirasi serta berkembang untuk memberi perspektif yang multidimensi serta bisa menjadi bahan penelitian lanjutan,” ungkap Endang.

Hadir juga dalam acara ini komedian sekaligus perancang busana Asri Welas yang menceritakan bahwa bisnis kebaya ini tidak ada surutnya. Kebaya yang dibuat bisa berasal dari berbagai suku dan tetap bisa mengikuti perkembangan zaman, karena kebaya memiliki aspek ekonomi, aspek budaya, dan aspek sosiologi.

Lana T Koentjoro selaku Ketua Perempuan Indonesia Maju dan Wakil Perempuan Berkebaya Indonesia juga menceritakan pengalamannya menyukai kebaya karena sering melihat ibunya mengenakan kebaya. Ia akhirnya percaya diri mengenakan kebaya di berbagai acara.

“Kebaya bisa digunakan untuk acara formal maupun informal. Bisa digunakan untuk acara pernikahan, jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, ke laut, bahkan naik gunung. Dengan adanya peluncuran buku ini, membuka pandangan bagi semua perempuan untuk terus bersemangat dalam berkebaya sehari-hari. Kebaya adalah Indonesia,” paparnya.

Soesi Sastro sebagai inisiator penulis mengungkapkan kisahnya dalam menulis buku ini. Buku yang ditulisnya ini didiskusikan dengan penulis lain dalam waktu yang cukup lama karena tidak semua penulisnya berprofesi sebagai penulis, bahkan ada yang baru pertama kali menulis. Ia berharap, penulisan buku ini tidak berhenti pada satu buku saja dan bisa lahir buku-buku selanjutnya.

Reporter: Haresti Amrihani 

Selamat Idul Fitri 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *