Pengoperasian Drone Laut atau Sea Glider Perlu Payung Hukum

by -189 views
Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Hasjim Djalal. Foto: istimewa
Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Hasjim Djalal. Foto: istimewa

Jakarta, indomaritim.id – Penemuan Underwater Unmanned Vehicle (UUV) yang juga disebut drone laut oleh nelayan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada 26 Desember 2020 lalu menjadi perhatian banyak pihak.

“Temuan drone laut ini menjadi sinyal untuk meningkatkan pengawasan tak hanya di permukaan tetapi juga di bawah laut sampai landas laut,” kata Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Hasjim Djalal pada seminar nasional ‘Ancaman Unmanned System Terhadap Sishanneg dan Respons Negara dari Aspek Hukum, Strategi, dan Teknologi’ yang digelar secara virtual oleh Universitas Pertahanan, Kamis (14/1/2020).

“Menjadi perhatian bagi kita semua, bahwa wilayah Indonesia tidak hanya berada di permukaan laut dan daratan. Namun, sampai jauh di kedalaman laut dan ketinggian angkasa,” ujarnya.

Senada dengan Prof. Hasjim Djalal, dosen Universitas Pertahanan Laksda TNI (Purn) Dr. Suryo Wiranto menyampaikan, drone laut telah diatur secara hukum.

“Pengoperasian drone laut harus mendapatkan ijin. Bila dilakukan secara illegal, maka melanggar aturan UNCLOS,” ujarnya.

Ia menyampaikan, perlu adanya peraturan baik misalnya peraturan menteri yang mengatur pengendalian kendaraan tanpa awak di perairan Indonesia yang secara tegas mencantumkan sanksi.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pertahanan, Laksdya TNI Dr. A. Octavian menyampaikan perkembangan teknologi drone laut menjadi perhatian bidan pertahanan dan keamanan.

“Underwater Unmanned Vehicle berdampak terhadap pertahanan bawah laut dimana sifat pertahanan menjadi semakin dinamis. Karena biaya lebih murah, maka kesempatan untuk small-medium coastial states untuk membangun drone bawah laut menjadi lebih besar,” kata Laksdya TNI Dr. A. Octavian.

Untuk meninjau berbagai aspek UUUV yang banyak digunakan oleh angkatan laut negara dunia, Universitas Pertahanan menggelar seminar nasional ‘Ancaman Unmanned System Terhadap Sishanneg dan Respons Negara dari Aspek Hukum, Strategi, dan Teknologi’ yang digelar secara virtual oleh Universitas Pertahanan, Kamis (14/1/2020).

Saat membuka acara, Rekor Universitas Pertahanan, Laksdya TNI Dr. A. Octavian menyebutkan tujuan seminar secara akademis menyangkut aspek pertahanan keamanan.

“Tujuan seminar ini untuk membahas secara akademik kondisi keamanan laut di perairan Indonesia secara umum terutama kepentingan nasional yang terkait dengan misi Indonesia mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia,” kata Rektor Universitas Pertahanan, Laksdya TNI Dr. A. Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., CIQaR, CIQnR, IPU.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga

ADVERTISEMENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *