Pertamina Siapkan 3,8 Juta Liter Avtur untuk Haji Embarkasi Batam

oleh -240 views
Ilustrasi
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Batam, indomaritim.id – Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar untup pesawat pengangkut calon haji 2019. Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan jamaah calon haji 2019 di Batam. Total kebutuhan avtur musim haji tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 3,8 juta liter.

Pertamina Marketing Operation Region I (MOR) melayani penerbangan haji dari Bandara Hangnadim dalam dua fase. Fase pertama yaitu keberangkatan, dimulai pada tanggal 7 Juli hingga 1 Agustus 2019.

“Untuk fase satu, kami estimasi kebutuhan avtur mencapai 1,7 juta liter. Jumlah ini meningkat 2,9 persen dibandingkan tahun lalu. Karena jumlah jamaah haji bertambah 210 orang,” ungkap Roby Hervindo, Unit Manager Communication Relations & CSR MOR I, di Batam, Riau Jumat (13/7/2019).

Baca Juga: Pasca Gempa Magnitudo 7 SR, Pertamina Pastikan Pasokan Bahan Bakar Minyak di Maluku Utara Lancar

Pada fase II yaitu kepulangan, lanjut Roby, dimulai pada 4 hingga 14 September 2019. Dengan estimasi kebutuhan avtur mencapai 2,1 juta liter.

Kloter haji dari embarkasi Batam sebanyak 27 kloter. Jumlah jemaah haji tahun ini yang diberangkatkan dari Bandara Hangnadim mencapai 1.505 orang.

Sarana dan fasilitas Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hangnadim siap memaksimalkan pelayanannya terutama untuk mendukung kelancaran perjalanan haji. DPPU Hangnadim dilengkapi dua unit refueller dengan kapasitas 56 ribu kiter dan tujuh unit Hydraulic Dispenser.

“Stok avtur yang tersedia di DPPU Hangnadim dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan musim Haji 2019. Stok Avtur mampu memenuhi kebutuhan hingga 34 hari ke depan,” ujar Roby.

Penyaluran Avtur dari bulan Juli hingga September 2019. Diprediksi meningkat berturut turut 30 persen, 20 persen dan 15 persen dibandingkan kondisi normal.

Kenaikan dipersiapkan untuk mengantisipasi bertambahnya penerbangan dari Bandara Internasional Hangnadim tujuan tanah suci. Baik penerbangan langsung maupun transit dari bandara lain.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga