Prihatin Dengan Berbagai Gesekan Sosial, Ade Fitrie Kirana Ajak Interopeksi Diri

by -146 views
Ade Fitrie Kirana
Ade Fitrie Kirana. Foto: Istimewa
Banner

Jakartaindomaritim.id – Ade Fitrie Kirana, artis yang juga aktif sebagai pekerja sosial masyarakat melalui Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak, prihatin dengan berbagai peristiwa gesekan antar anak bangsa yang terjadi kurun waktu dekat ini.

Ia mengungkapkan, bangsa Indonesia terancam kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang ber-Bhinneka Tunggal Ika dengan banyaknya kelompok yang merasa paling benar dan tidak memiliki rasa kasih sayang antar bangsa.

“Kita harus ingat sejarah agar kita tidak sombong. Saya bangga dengan saudaraku sebangsa seagama setanah air, untuk sedikit berbuat pada bangsa dan negara ini. Tunjukkan bahwa kita adalah pemuda pemudi yang gagah berani demi untuk membangun NKRI,” kata Ade Fitrie Kirana.

Ia menambahkan, perjuangan bangsa Indonesia menjaga kemerdekaan banyak mengalami pengkhianatan. “Ada yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia, ada juga peristiwa G30S PKI. Belum lagi ancaman terorisme yang sampai sekarang menjadi ancaman besar bagi NKRI,” imbuh Ade Fitrie.

Dari serangkaian peristiwa sejarah itu, Ade Fitrie Kirana menyimpulkan bahwa NKRI kokoh berkat keberadaan Pancasila. Dan itu menjadi tugas dan kewajiban generasi muda untuk menjunjung tinggi dan mengamalkan Pancasila demi persatuan dan masa depan Indonesia yang gemilang.

Baca Juga: Pemerintah Batasi Akses Media Sosial, Wiranto: Untuk Cegah Hoaks

“Dan karena saat ini KPU sudah mengumumkan hasil dari pemilu lalu. Mudah-mudahan Presiden Joko Widodo bisa terus merekatkan kebhinekaan dan persatuan kita dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” harapnya.

Ade Fitrie melanjutkan, bahwa Indonesia adalah negara yang gemah ripah loh jinawi. Sayang, saat ini citra Indonesia agak tercoreng dengan banyaknya kasus korupsi dan nepotisme, bahkan seolah bukan menjadi negara demokrasi lagi. Tindakan itulah tanpa sadar yang sebenarnya merusak negeri ini.

Akibatnya banyak konflik horizontal terjadi seperti di Poso dan Ambon. Juga sebagian ada orang yang otoriter dan berpikiran seperti Hitler dan Stalin yang saat ini berkuasa di dalam negeri kita.

“Mereka menganggap perbedaan pendapat selesaikan dengan demo, selalu paling benar. Mereka juga tidak santun, mudah emosi, saling menjelekkan, dan beranggapan aturan itu masa bodoh yang kepentingannya terealisasi. Apa masih ada yang memperhatikan NKRI?,” tanya Ade Fitrie.

Begitu juga dengan kemajuan teknologi komunikasi, saat ini banyak anak muda Indonesia yang beranggapan Pancasila kuno, ramah tamah hilang, masyarakat materialistis, dan adanya kultus individu. Yang terjadi kemudian, sesama anak bangsa saling curiga sehingga pertahanan negara mudah diterobos dengan paham-paham negatif dari luar.

Baca Juga: Serahkan Buku kepada Ma’ruf Amin, Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio Tukar Gagasan Potensi Maritim Indonesia

“Saya yakin melihat hal ini para pahlawan kita menangis melihat kondisi bangsa ini, dan sebagai orang tua pasti juga akan sedih dan memiliki ke khawatiran tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak generasi muda, khususnya para pengguna atau duta damai dunia maya untuk berbuat terbaik membentengi bangsa dan negara dari berbagai ancaman seperti intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Apalagi di era kemajuan informasi teknologi, propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya sangat masif.

“Tim siber kelompok radikal hanya sedikit, tapi mereka masif. Bandingkan dengan jumlah anak muda Indonesia. Ayo kita lawan dengan menyebarkan kalimat perdamaian di dunia maya dengan mengajak teman agar tidak mudah terprovokasi propaganda radikalisme dan terorisme,” ajak Ade Fitrie.

Ade Fitrie Kirana pun mengajak generasi muda untuk ikut bela negara. “Caranya mudah yaitu berbuat terbaik dan benar. Kalau jadi pelajar, jadilah pelajar yang baik. Kalau jadi TNI atau polisi, jadilah TNI dan polisi yang baik. Kalau jadi menteri, jadilah menteri yang baik. Kalau jadi pejabat, jadilah pejabat yang baik. Dan berhati-hatilah dalam memilih segala sesuatu yang dapat merusak mental dan hati kita,” katanya.

“Marilah dengan refleksi diri kita renungkan siapa diri kita, dimana posisi kita, dan kemana tujuan hidup kita agar hidup ini tidak sia-sia. Hidup ini amanah Allah SWT sehingga harus kita jaga dengan melakukan segala sesuatu menjadi lebih baik. Selain itu, hilangkan rasa dengki dan iri, marilah kita sama sama menjaga dan kembalikan persatuan dan kesatuan negeri tercinta ini. Indonesia adalah rumah kita bersama, maka dari itu saudaraku stop kekerasan, kericuhan yang selalu terjadi, apalagi melihat berita hari ini yang jadi berimbas kepada segala lapisan,” ujarnya memungkasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *