Pulau Maspari Dicanangkan Jadi Destinasi Wisata Maritim Baru di Sumatera Selatan

by -274 views
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (kiri) usai meninjau kondisi Pulau Maspari dan UPTD Balai perikanan Tawar dan payau milik Pemprov Sumsel. Foto: Instagram/humasprovsumsel

Ogan Komering Ilir, indomaritim.id  Pulau Maspari di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan bebatasan dengan Selat Bangka Belitung dicanangkan menjadi destinasi wisata baru.

Usai mengunjungi Pulau Maspari di Palembang, Rabu (27/2/2019) Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, pencanangan pulau yang berada di kawasan paling timur Kabupaten Ogan Komering Ilir tersebut menjadi destinasi wisata baru Sumsel, karena memiliki pantai dengan terumbu karang yang indah serta keanekaragaman hayati lainnya.

Bahkan, di sekitar pulau ini terdapat penyu bersisik dan banyak lagi pemandangan menarik lainnya sehingga amat tepat dijadikan tempat wisata baru.

“Pulau Maspari sebenarnya sudah mulai dikelola sejak masa Gubernur Sumsel yang dijabat Rosihan Arsyad, namun agar semakin berkembang pihaknya berupaya kembali menghidupkan dan mempopulerkan Pulau Maspari sebagai destinasi wisata baru di Sumsel,” kata Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya.

Untuk mengoptimalkan tempat pembenihan udang windu, ikan laut dan bandeng, pihaknya telah belajar langsung ke Jepara dan Batam.

Selain itu Pulau Maspari akan dijadikan pusat pembenihan ikan dan udang sehingga pihaknya terus melakukan pengembangan areal tersbut.

Setelah dikunjungi beberapa kali, menurut Wagub, Pulau Maspari mulai memiliki daya pikat. Potensi perikanannya yang banyak bahkan membuat beberapa nelayan daerah saling mengklaim seperti Lampung dan Bangka. Hal ini pula yang mendasari pihaknya dan Kapolda serta dinas terkait membangun Posko Terpadu.

Kegiatan ekonomi di pesisir pantai sudah mulai ramai dan aktivitasnya luar biasa sehingga jadi rebutan. Oleh karena itu pihaknya minta bantuan Polairud, Lanal, Dinas Kebudayaan serta Pariwisata dan Dinas Perikanan dan Kelautan serta desa setempat untuk membangun Posko Terpadu, kata dia.

Selain membangun Posko Terpadu yang ditarget selesai pada 2020, menurut dia, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setempat untuk menjaga dan ikut berpartisipasi mengembangkan potensi Pulau Maspari.

Selain itu perlu melakukan pembinaan masyarakat pesisir agar jangan sampai mengganggu ekosistem di sekitar pulau misalnya jika ada hutan lindung dan sebagainya.

Menurut dia, saat ini akses ke lokasi masih terus dibenahi agar Pulau Maspari makin mudah dikunjungi sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan pulaunya dengan menempuh perjalanan darat dari Kota Palembang 5-6 jam atau berjarak sekitar 70 Km.

Namun yang terpenting segala potensi terus dikembangkan untuk dapat mengundang wisatawan berkunjung ke pulau tersebut. Ia bahkan berencana segera membuat helipad untuk membuka akses melalui udara.

“Intinya kalau suatu daerah itu menarik pasti dikunjungi. Contohnya Raja Ampat di Papua Barat jauh tapi masih saja banyak dikunjungi wisatawan. Nah kita akan membuat Maspari ini semenarik mungkin. Bisa dengan wisata penyu bersisik bertelur, snorkling dan pantai, serta kuliner ikan,” kata dia.

Bahkan tidak menutup kemungkinan didatangkan juga arkeolog untuk meneliti sejarah di Pulau Maspari karena sekarang ini belum diketahui secara rinci.

Sebagai bentuk kepedulian dalam kelestarian pantai ini dari ancaman abrasi, dalam kunker Wagub Sumsel Mawardi melakukan penanaman pohon mangrove dan kelapa di sekitar bibir pantai, juga penangkaran penyu bersisik secara khusus.

Dalam kunjungan ke Pulau Maspari tersebut Wagub didamping Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan serta PLH Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *