Sambut HUT ke-77, TNI AL Gelar Sunatan Masal di Kapal Perang

oleh
Kasal Yudo Margono bersama Wadirut MURI

Jakarta, indomaritim.id – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) mengadakan bakti kesehatan serentak berupa sunatan masal, donor darah, dan pembersihan karang gigi di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang dipusatkan di KRI Semarang-594 di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa (6/9/2022).

KRI Semarang-594 berangkat dari Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, dengan membawa para peserta donor darah dan khitan pukul 05.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 85 dokter, 110 tim khitan, 400 dokter gigi dan perawat, serta petugas UTD Palang Merah Indonesia (PMI) dan ditinjau langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono bersama sejumlah pejabat TNI AL.

“Target kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah adalah sejumlah 8300 orang, khitan 2175 dan pembersihan karang gigi sejumlah 5623 orang,” ungkap Kasal di hadapan awak media.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah alutsista TNI AL berupa 20 KRI, 34 Kapal Angkatan Laut (KAL).

Bakti kesehatan yang diselenggarakan TNI AL ini diikuti oleh masyarakat umum serta keluarga besar TNI AL dan memecahkan rekor muri melalui pembersihan plak dan karang gigi dengan jumlah dan lokasi terbanyak, donor darah di atas KRI terbanyak dan khitan di atas KRI terbanyak.

Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo mengatakan, ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan TNI AL dan hal ini merupakan rekor dunia.

“Pertama kalinya bakti kesehatan ini dilakukan di KRI, ini merupakan hal yang luar biasa”, ucap Wadirut MURI.

Di wilayah Jakarta, pelayanan kesehatan gigi dan mulut juga dilaksanakan di Ladokgi TNI AL R.E. Martadinata. Wilayah Surabaya dilaksanakan di Rumkit Yonkes II Marinir, dan di luar Jawa dilaksanakan di fasilitas kesehatan (faskes), KRI maupun KAL yang dipimpin Komandan Satuan masing-masing.

Di samping itu, Kasal juga menanggapi terkait naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional Angkatan Laut.

“Upaya yang dilakukan TNI adalah pengefektifan pom bensin dengan pengefektifan terpusat. Misal, di Jakarta itu ada Kolinlamil, Koarmada I, Seskoal, dan Pushidrosal, sekarang pom bensinnya dijadikan satu. Sehingga lebih efektif dan penjaga tidak sebanyak sebelumnya serta memudahkan pengawasan. Termasuk di Surabaya juga pom bensin dijadikan satu di bawah Lantamal,” ungkap Kasal Yudo Margono.