Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, Terjun Langsung Pencarian Helikopter Milik TNI AD Yang Hilang

by -54 views
Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, terjun ke lokasi pencarian Helikopter MI 17 milik Angkatan Darat
Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, terjun ke lokasi pencarian Helikopter MI 17 milik Angkatan Darat . Foto: Istimewa
Banner

Pegunungan Bintang, indomaritim.id – Prajurit Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, terjun ke lokasi pencarian Helikopter MI 17 milik Angkatan Darat yang hilang sejak Jumat (28/6/2019) yang lalu.

Pencarian kali ini dipimpin oleh Letkol PNB Kandek Pratikno dari Penerbad, sedangkan 5 orang personel dari Satgas Yonif Raider 509 Kostrad dipimpin Danpos Oksibil Lettu Inf Rahmat Hidayat, Oksibil, Kab. Pegunungan Bintang, Papua, Senin (2/9/2019).

Tim pencari heli yang hilang menyusuri kampung-kampung di rute yang diduga dilalui helikopter berpenumpang 12 orang. Pencarian kali ini di fokuskan di daerah Gunung Botak, Distrik Oksop dan Distrik Yappi.

Baca Juga: TNI Kerahkan Pesawat Intai Strategis Untuk Mencari Helikopter MI-17 di Papua

Mereka menggunakan pesawat tanpa awak untuk melihat secara langsung dari ketinggian menjelajahi hutan yang ada di daerah tersebut.

Menurut Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., Psc. menuturkan, pencarian saat ini difokuskan lewat darat menggunakan drone.

Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, terjun ke lokasi pencarian Helikopter MI 17 milik Angkatan Darat
Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, terjun ke lokasi pencarian Helikopter MI 17 milik Angkatan Darat . Foto: Istimewa

“Mudah-mudahan tim segera dapat informasi tentang keberadaan Helikopter tersebut,” sambungnya.

Helikopter milik TNI AD hilang kontak setelah lima menit terbang dari Bandara Oksibil, Papua. Helikopter terbang menuju Bandara Sentani, Jayapura. Helikopter ini digunakan dalam misi pengiriman logistik ke pos udara pengamanan perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang yang membawa personel dari Satgas Pamtas Yonif Raider 725/Woroagi beserta kru awak heli sebanyak 12 orang.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga