Kalender Indonesia
Kalender Tanggal 29 September 1918 Lengkap dengan Tanggal Merah
Informasi lengkap kalender untuk hari Minggu, 29 September 1918, menunjukkan bahwa tanggal ini bertepatan dengan 24 Zulhijah 1336 H dalam penanggalan Hijriah.
Berdasarkan sistem penanggalan Jawa, hari tersebut merupakan weton Minggu Pahing yang memiliki bobot neptu 14.
Terkait keterangan hari besar, hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional.. Secara astrologis, tanggal ini berada di bawah naungan zodiak Libra serta shio Kuda dengan elemen Logam, sementara dalam siklus alam pranata mangsa masuk ke dalam periode Kapat pada musim Labuh (Peralihan).
Ringkasan ini menyajikan perpaduan data administratif, tradisi, dan astronomi secara komprehensif.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
272 / 365
Minggu ke
39
Sisa hari
93
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
24 Zulhijah 1336 H
Bulan ke
0 · Zulhijah
Berdasarkan siklus rembulan
Tanggal
24 / Siklus Bulan
Zodiak
Libra
23 September - 22 Oktober
Elemen
Udara
Sifat
Kardinal
Planet
Venus
Shio
Kuda
Shio Tahun 1918
Elemen
Logam
Kalender Jawa
Weton
Minggu Pahing
Tahun Jawa
1851
Windu Sengara
Wuku (Siklus Mingguan)
Tambir
Pancasuda
Lebu Katiup Angin
Sering mendapat perlakuan buruk, kekurangan rezeki
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Siklus Pranata Mangsa
Kapat
Fenomena Alam
Mata air mulai penuh, burung bertelur
Panduan Pertanian
Mulai menggarap sawah
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | - | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Pepet | Siklus 2 hari |
| Triwara | Beteng | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Menala | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Kliwon | Pasaran |
| Sadwara | Aryang | Paringkelan |
| Saptawara | Saniscara | Ganti Hari |
| Astawara | Yama | Padewan |
| Sangawara | Jangur | Padangon |
| Dasawara | Pandita | Siklus 10 hari |
Pertanyaan Seputar 29 September 1918
Bagaimana rincian penanggalan untuk 29 September 1918 jika dikonversi ke kalender Masehi dan Jawa?
Secara penanggalan universal Masehi, tanggal 29 September 1918 jatuh bertepatan pada hari Minggu. Jika ditarik ke dalam sistem primbon Nusantara, hari tersebut memiliki siklus pasaran Minggu Pahing dan berjalan di bawah naungan wuku Tambir.
Bisakah saya mengambil waktu istirahat penuh pada tanggal 29 September 1918?
Secara aturan ketetapan pemerintah, tanggal 29 September 1918 adalah hari kerja biasa tanpa adanya libur nasional ataupun cuti bersama. Namun, karena kebetulan jatuh pada hari Minggu, sebagian besar dari kita tetap bisa menikmati libur akhir pekan dengan tenang!
Di manakah posisi 29 September 1918 dalam perhitungan kalender Islam (Hijriah)?
Apabila dikonversikan ke dalam penanggalan qamariyah atau kalender Islam, momen Masehi 29 September 1918 ini menempati posisi yang presisi pada tanggal 24 Zulhijah 1336 Hijriah.
Karakteristik astrologi Barat apa yang menonjol bagi seseorang yang lahir pada 29 September?
Jendela waktu kelahiran di tanggal 29 September berada dalam rentang kekuasaan zodiak Libra ♎. Rasi bintang ini membawa energi kuat dari kelompok elemen Udara, yang dipercaya sangat memengaruhi karakter dan sifat dasar individu tersebut.
Simbol hewan apa dalam astrologi Tiongkok yang menjadi penanda tahun 1918?
Dalam putaran kalender astrologi kuno Tionghoa, perjalanan tahun 1918 berada di bawah representasi Shio Kuda 🐴. Simbol hewan mitologi ini merupakan satu dari 12 lambang shio yang diyakini menentukan peruntungan serta jalan hidup setiap orang sepanjang tahun.
Bagaimana panduan primbon mengkalkulasi nilai neptu untuk kelahiran Minggu Pahing?
Primbon Jawa merumuskan nilai neptu untuk weton Minggu Pahing dengan total angka 14. Hasil hitungan yang presisi ini adalah akumulasi dari bobot hari Minggu (senilai 5), yang dijumlahkan dengan bobot pasaran Pahing (yang mempunyai nilai 9).